MTs Miftahul Ulum Bettet Pamekasan kembali menggelar rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) bagi peserta didik baru tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, sejak Senin, Selasa dan terakhir Kamis (7–10 Juli 2025), dengan mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Cinta Tanah Air”. Matsama menjadi gerbang awal pembentukan identitas siswa madrasah sebagai pelajar berakhlakul karimah sekaligus warga negara yang sadar akan perannya dalam kehidupan berbangsa.
Kegiatan Matsama tahun ini dibuka secara resmi melalui Apel Pembukaan yang diikuti seluruh peserta didik baru, guru, dan pengelola madrasah. Apel dilaksanakan di halaman utama MTs Miftahul Ulum dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Kepala madrasah, Mukhlis S.Pd, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Matsama bukan sekadar orientasi, tetapi proses awal pembentukan fondasi karakter pelajar madrasah. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tegas beliau.
Setelah apel pembukaan, peserta langsung mengikuti sesi pertama berupa pemaparan materi bertema “Pendidikan Karakter dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara”. Materi ini disampaikan oleh pemateri yang menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila, toleransi, tanggung jawab sosial, serta cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari siswa. Peserta tampak antusias mengikuti diskusi interaktif yang diwarnai dengan studi kasus sederhana tentang kehidupan remaja dan kebangsaan.
Hari kedua Matsama diisi dengan materi “Cara Belajar Efektif di Madrasah”. Materi ini dirancang untuk membekali siswa dengan strategi belajar yang adaptif dan produktif, termasuk pengelolaan waktu, teknik mencatat, dan metode membaca kritis. Penyampaian materi dikemas dengan permainan edukatif dan simulasi belajar kelompok, sehingga siswa tidak merasa bosan dan bisa langsung mempraktikkan hal-hal yang mereka pelajari.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan “Profil MTs Miftahul Ulum dan Wawasan Widyamandala”, yang memperkenalkan sejarah, visi-misi, serta sistem akademik dan non-akademik yang berlaku di lingkungan madrasah. Pemaparan ini bertujuan agar siswa merasa memiliki dan bangga menjadi bagian dari MTs Miftahul Ulum. Wawasan widyamandala yang menekankan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan beradab menjadi salah satu sorotan penting dalam sesi ini.
Materi berikutnya adalah “Tatakrama Peserta Didik dan Kode Etik Madrasah”. Dalam sesi ini, para siswa diajak memahami pentingnya adab dalam kehidupan madrasah, mulai dari cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap kepada guru dan teman. Ustadzah Lailatul Fadilah sebagai pemateri menjelaskan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, sehingga siswa baru dengan mudah memahami makna adab sebagai cermin akhlak mulia.
Kegiatan hari terakhir difokuskan pada topik “Pengelolaan Kedisiplinan dan Ketertiban Peserta Didik”. Dalam hal ini memberikan pemaparan tentang peraturan yang berlaku di madrasah, sistem poin pelanggaran, serta reward bagi siswa yang menunjukkan disiplin tinggi. Tak hanya bersifat regulatif, sesi ini juga menanamkan kesadaran bahwa disiplin adalah kunci kesuksesan dan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan madrasah.
Berakhirnya rangkaian Matsama, MTs Miftahul Ulum Bettet Pamekasan berharap para siswa baru dapat menjalani proses pendidikan dengan semangat, disiplin, dan akhlak mulia. Kepala madrasah menutup kegiatan ini dengan doa bersama dan pesan motivasi, “Jadilah generasi madrasah yang unggul dalam ilmu, terpuji dalam akhlak, dan bermanfaat bagi bangsa.”
Matsama bukan sekadar acara tahunan, melainkan momentum awal yang penuh makna untuk menumbuhkan semangat belajar, nilai-nilai kebangsaan, dan karakter Islami dalam diri para peserta didik. MTs Miftahul Ulum Bettet Pamekasan menunjukkan komitmennya dalam membentuk pelajar yang siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur. Dengan semangat “Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah”, Matsama 2025 menjadi bukti nyata bahwa MTs Miftahul Ulum Bettet tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan siswa-siswinya.
Penulis : Cony Elok Safitri, M. Pd